Tuesday, 27 October 2015

REVIEW AKUNTANSI - AYAT JURNAL PENYESUAIAN

A. Pengertian Jurnal Penyesuaian
Jurnal Penyesuaian adalah jurnal yang diperlukan untuk menyesuaikan seluruh catatan dengan keadaan (fakta) yang sesungguhnya di akhir periode. Tujuan dan Fungsi Jurnal Penyesuaian adalah supaya perkiraan nominal dan perkiraan riil bisa menunjukkan besar kecilnya harga, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan beban yang sesungguhnya dan yang seharusnya diakui di akhir periode.

Jurnal penyesuaian dibuat berdasarkan pada data di 
neraca saldo dan data penyesuaaian akhir periode. Tidak seluruh pos yang ada pada neraca saldo perlu jurnal penyesuaian.

B. Pengertian Jurnal Penyesuaian Bagi Perusahaan Jasa
Penyusunan neraca saldo biasanya dilakukan setiap akhir bulan, yang merupakan ringkasan dari perkiraan buku besar. Tetapi data yang terdapat dalam neraca saldo tidak langsung dapat disusun laporan keuangan, karena masih ada data yang memerlukan penyesuaian terlen=bih dahulu. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penyusunan jurnal penyesuaian untuk melakukan penyesuaian pembukuan.

C. Akun-Akun yang Perlu Disesuaikan Pada Akhir Periode Akuntansi
Tidak semua akun memerlukan jurnal penyesuaian pada akhir periode akuntansi. Akun-akun yang lazim disesuaikan pada akhir periode akuntansi untuk perusahaan jasa adalah sebagai berikut:
1. Beban dibayar di muka (prepaid expenses)
2. Pendapatan diterima di muka (deferred revenue)
3. Piutang pendapatan (accrued receivable)
4. Beban yang masih harus dibayar (accrued expense)
5. Pemakaian aktiva tetap (depreciation of fixed asset)
6. Pemakaian perlengkapan
Mencatat Jurnal Penyesuaian Berikut ini adalah contoh data penyesuaian dan jurnalnya.
1. Pendapatan diterima di muka
Pendapatan diterima di muka adalah jika perusahaan menerima pendapatan atas suatu barang/jasa yang belum diserahkan.
Contoh:
Pada tanggal 3 Agustus 2008, Charity membayar sewa kios selama 1 tahun sebesar Rp6.000.000,00
Jurnal tanggal 3 Agustus 2008 adalah.
Kas Rp6.000.000
Pendapatan diterima di muka Rp6.000.000
(Dicatat oleh pemilik kios) 

Pada waktu tutup buku tanggal 31 Desember 2008, jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut.
Pendapatan diterima di muka Rp2.500.000
Pendapatan sewa Rp2.500.000

Penjelasan :
Pada tanggal 3 Agustus 2008 pemilik kios menerima uang sebesar Rp6.000.000,00, tetapi bekum sepenuhnya menjadi hak pemilik kios, karena sewa tersebut untuk satu tahun, buka satu bulan. Karena pemilik kios sudah menerima secara tunai, bekiau mencatat Kas Rp6.000.000 (D) pada Pendapatan diterima di muka Rp6.000.000 (K).
Jika kita memakai dasar akrual, pendapatan diakui jika sudah menjadi haknya. Dalam contoh tersebut, hingga akhir periode akuntansi tanggal 31 Desember 2008 yang menjadi hak pemilik kioshanya 5 bulan, yaitu Rp2.500.000 (5/12 x Rp6.000.000= Rp2.500.000).

2. Piutang pendapatan
Piutang pendapatan adalah pendapatan yang belum diterima dan belum dicatat, tetapi sebagian sudah seharusnya diterima pada periode yang bersangkutan.
Contoh:
Tanggal 1 September 2008 PT X menyimpan uang di bank Pasifik Rp1.000.000, suku bunganya 18% / tahun dan bunga diterima oleh PT X setiap 6 bulan sekali. (tiap 1 Maret dan 1 September ). Ini berarti bunga 6 bulan pertama baru akan diterima tanggal 1 Maret 2009, sehingga sampai akhir periode akuntansi terdapat bunga yang diterima penendaannya selama 4 bulan. ( 1 September – 31 Desember) yaitu : 4/12 x 18% x Rp1.000.000,00 = Rp60.000

Jurnal penyesuaian untuk mencatat piutang bunga pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebagai berikut.
Piutang bunga Rp60.000
Pendapatan bunga Rp60.000

3. Biaya dibayar di muka 
Biaya dibayar di muka adalah biaya-biaya yang sudah dibayar pada awal periode untuk pembayaran biaya sampai beberapa periode yang ditentukan.
Contoh:
Pada tanggal 1 Mei 2008 pemilik kios membayar biaya asuransi untuk periode satu tahun kepada PT Aman sebesar Rp3.000.000
Pada tanggal 31 Desember 2008, saat pembuatan jurnal penyesuaian adalah sebagai berikut.

Biaya asuransi Rp2.000.000
Asuransi dibayar di muka Rp2.000.000

Penjelasan :
Pada tanggal 31 Desember 2008 asuransi yang sudah terpakai (biaya asuransi) saebesar Rp2.000.000 yaitu selama 8 bulan, dari bulan Mei sampai dengan bulan Desember. Perhitungannya adalah 8/12 x Rp3.000.000= Rp2.000.000

4. Utang biaya 
Utang biaya adalah biaya-biaya yang telah diakui tetapi belum dicatat.
Contoh:
Perusahaan membayar upah buruh setiap tiga hari sekali. Tarif upah Rp50.000 per hari. Para buruh dibayar tiap hari Senin. Ternyata tanggal 31 Desember 2008 jatuh pada hari Minggu. Ini berarti sampai akhir periode akuntansi terdapat upah yang belum dibayar selama tiga hari = 3 x Rp50.000 = Rp150.000

Jurnal penyesuaian yang dicatat perusahaan adalah.
Beban gaji Rp150.000
Utang gaji Rp150.000

5. Kerugian Piutang 
Kerugian piutang adalah taksiran kerugian piutang yang timbul karena adanya piutang tak tertagih.
Contoh:
PT XYZ merelakan piutang Tuan B sebesar Rp200.000,00 karena usahanya bangkrut.

Jurnal penyesuaian yang dicatat PT XYZ pada tanggal 31 Desember 2008 adalah.
Cadangan kerugian piutang Rp200.000
Piutang usaha Rp200.000

6. Penyusutan 
Semua aktiva tetap (kecuali tanah) yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dalam beroperasi, akan semakin menyusut nilainya bersamaan dengan berlalunya waktu.
Contoh :
Di daftar saldo, akun peralatan kantor memperlihatkan jumlah Rp2.000.000,00, diputuskan manajemen bahwa penyusutan 10% pertahun. Ini berarti penyusutan tiap tahun = 10% x Rp2.000.000 = Rp200.000

Jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebagai berikut.
Beban penyusutan peralatan kantor Rp200.000
Akumulasi penyusutan peralatan kantor Rp200.000

7. Biaya pemakaian perlengkapan 
Biaya pemakaian perlengkapan adalah nilai sebagian dari harga beli perlengkapan yang telah digunakan selama periode akuntansi.
Contoh:
Perlengkapan di daftar saldo memperlihatkan jumlah Rp500.000, setelah dihitung secara fisik persedeiaan perlengkapan pada tanggal 31 Desember 2008 sebesar Rp300.000. Ini berarti perlengkapan yang telah terpakai untuk kegiatan perusahaan berjumlah Rp200.000 (Rp500.000 – Rp300.000 = Rp200.000)

Jurnal penyesuaian untuk mencatat biaya pemakaian perlengkapan tanggal 31 Desember 2008 adalah.
Beban perlengkapan Rp200.000
Perlengkapan Rp200.000


Tuesday, 20 October 2015

REVIEW - JURNAL DAN POSTING

PENGERTIAN JURNAL
Jurnal adalah pencatatan transaksi keuangan ke dalam mekanisme debet dan kredit secara urut. Setiap transaksi sebelum di golongkan berdasarkan jenis rekeningnya harus di catat dulu kedalam Jurnal.

FUNGSI JURNAL
Berikut adalah fungsi jurnal
a. Fungsi pencatatan, artinya jurnal di gunakan untuk mencatat setiap transaksi keuangan baik transaksi internal maupun eksternal.
b. Fungsi historis, artinya di gunakan untuk mencatat transaksi sesuai dengan urutan terjadinya transaksi.
c. Fungsi instruktif, artinya di gunakan untuk mencatat transaksi sesuai dengan urutan terjadinya transaksi.
d. Fungsi analisis, artinya jurnal bersifat memerintah untuk melakukan pencatatan akuntansi selanjutnya.
e. Fungsi informatif, artinya jurnal dapat memberikan informasi-informasi atas pencatatan suatu transaksi.

PRINSIP DASAR PEMBUATAN JURNAL
1.      Harus tersedia jurnal dalam jumlah yang cukup memadai sehingga memungkinkan perusahaan untuk menggunakan karyawan dalam mencatat dengan segera transaksi keuangan yang terjadi.
2.      Jurnal akan digunakan untuk memisahkan transaksi ke dalam penggolongan pokok tertentu, seperti penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan dan pembelian.
3.      Untuk mengurangi pekerjaan pembukuan yang terinci harus digunakan kolom-kolom khusus dalam jurnal, sehingga memungkinkan pembukuan (posting) jumlah per kolom ke dalam rekening yang bersangkutan di dalam buku besar.
4.      Nama kolom dalam jurnal harus sesuai dengan nama rekening yang bersangkutan dalam buku besar, yang akan menerima jumlah yang akan dibukukan dari jurnal
5.      Kolom-kolom dalam jurnal digunakan untuk mengumpulkan angka yang akan diringkas dalam rekening yang bersangkutan dalam buku besar.
6.      Sedapat mungkin jurnal harus dirancang sedemikian rupa sehingga pekerjaan menyalin informasi dari dokumen sumbemya dibuat sangat harus ditetapkan hubungan antara dokumen sumber tertentu dengan jurnal sehingga pertanggungjawaban kebenaran informasi dapat ditentukan.

BENTUK JURNAL
Jurnal dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Jurnal Khusus
Jurnal khusus merupakan sebuah jurnal yang melakukan pencatatan transaksi sejenis yang terjadi berulang kali sehingga harus disediakan kolom-kolom khusus untuk melakukan pencatatannya.

b. Jurnal Umum
Jurnal umum adalah jurnal yang mencatat semua jenis transaksi, kecuali yang sudah tercatat dalam jurnal khusus. Untuk perusahaan yang jenis transaksinya masih sedikit, cukup menggunakan jurnal umum dengan dua kolom debit dan kredit.
JURNAL UMUM
Tanggal
Nama Akun dan Deskripsi Singkat
Reff
Debit
Kredit
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

Keterangan:
  1. Kolom tanggal digunakan untuk mencatat tanggal, bulan, dan tahun terjadinya transaksi.
  2. Kolom akun/keterangan digunakan untuk mencatat transaksi yang didebet dan dikredit, disertai keterangan singkat tentang transaksi tersebut. 
  3. Kolom ref. (referensi) digunakan untuk mencatat kode akun ketika ayat jurnal dipindahkan ke buku besar. Sebelum dipindahkan, kolom ref. tetap dalam keadaan kosong. 
  4. Kolom debet digunakan untuk mencatat nilai transaksi.
  5. Kolom kredit digunakan untuk mencatat nilai transaksi.
  6. Halaman digunakan sebagai referensi pada buku besar.

POSTING
Posting adalah pencatatan transaksi keuangan perusahaan kedalam buku besar dan pembantu buku besar dalam periode tertentu, dengan atau yang melalui proses penjurnalan. Pencatatan di dalam buku besar dilakukan setiap adanya transaksi, dengan kata lain kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan penjurnalan. Kegiatan posting dapat juga dijelaskan sebagai proses pengelompokan transaksi yang terjadi kedalam masing-masing pos yang bersangkutan. 

Kegiatan posting ini harus dilakukan oleh setiap perusahaan, kegiatan ini mempunyai kegunaan untuk mengetahui jumlah saldo setiap akun pada periode tertentu. Dengan adanya buku besar pengguna akuntansi dapat secara langsung mengetahui transaksi- transaksi yang terjadi dan yang berkaitan dengan akun tertentu. Posting dilakukan pada saat yang sama dengan proses perjurnalan transaksi yang bersangkutan ke dalam jurnal umum, tidak dianjurkan untuk melakukan penundaan dalam proses posting. Adanya penundaan dalam proses posting akan memperbesar kemungkinan terjadinya kesalahan di dalam pencatatan transaksi.

Tuesday, 13 October 2015

REVIEW AKUNTANSI-LAPORAN KEUANGAN

A.     PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN
Adalah catatan informasi keuangan untuk mengambarkan kinerja suatu perusahaan pada periode akuntansi.

B.      TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
1. Informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan sumber ekonomi netto suatu perusahaan yg timbul dari kegiatan dalam rangka mendapatkan laba.
2. Memberikan informasi yg dapat dipercaya mengenai Aktiva, Kewajiban & Modal.
3. Membantu para pemakai dalam memperkirakan potensi perusahaan dalam menghasil-kan laba.
4. Memberi informasi penting lainnya mengenai perubahan sumber-sumber ekonomi & kewajiban seperti informasi mengenai aktivitas belanja.
5. Mengungkapkan informasi lain yg berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan keuangan.

C.      JENIS-JENIS LAPORAN KEUANGAN
1.      Laporan Laba Rugi
laporan keuangan yang memberikan informasi tentang hasil kegiatan operasi perusahaan (laba rugi) dalam periode tertentu.
2.      Laporan Perubahan Modal (Ekuitas)
laporan keuangan yang memberikan informasi tentang perubahan modal selama periode tertentu.
3.      Neraca
laporan keuangan yang memberikan informasi tentang aset, kewajiban, dan modal perusahaan pada tanggal tertentu.

D.     PEMAKAI LAPORAN KEUANGAN
1.      Investor
penanam modal berisiko dan penasihat, mereka membutuhkan informasi yang membantu menentukan apakah harus membeli, menahan, atau menjual investasi tersebut.
2.      Karyawan
tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampun perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja.
3.      Pemberian Pinjaman
tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
4.      Pemasok dan Kreditur usaha lainnya
tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pasa saat jatuh tempo.
5.      Pelanggan
berkepentingan dengan informasi mengenai kelamgsungan hidup perusahaan.
6.      Pemerintah
sebagai alokasi sumber daya, mengatur aktivitas perusahaan, dan menetapkan kebijakan pajak pada suatu perusahaan.
7.      Masyarakat
embrio dari investor untuk menarik minat berinvestasi.

E.      CATATAN TRANSAKSI
Pengertian Transaksi adalah suatu aktifitas perusahaan yang menimbulkan perubahan terhadap posisi harta keuangan perusahan. Misal seperti menjual, membeli, membayar gaji, serta membayar berbagai macam biaya yang lainnya.

F.       JENIS-JENIS TRANSAKSI
Transaksi yang terjadi sehari-hari di perusahaan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1.      Transaksi Internal
Adalah bukti pencatatan kejadian yang melibatkan hanya bagian-bagian yang ada dalam perusahaan. Biasanya berupa memo dari pimpinan atau orang yang ditunjuk.
2.      Transaksi Eksternal
Adalah transaksi yang melibatkan pihak luar perusahaan, seperti transaksi pembelian, penjualan, dan pemabayaran hutang piutang. Bukti tersebut antara lain :
a.       Faktur (Invoice)
perhitungan penjualan barang dan bukti penyerahan barang dagangan yang diperjualbelikan.
b.      Kuintansi
bukti pembayaran uang yang dibuat oleh pihak penerima uang.
c.       Nota Kredit
perhitungan atau pemberitahuan yang dikirim oleh suatu perusahaan (penjual) kepada langganannya (pembeli) ) bahwa akunnya telah dikredit dengan jumlah tertentu.
d.      Nota Debet
perhitungan atau pemberitahuan yang dikirim oleh suatu perusahaan (pembeli) kepada langganannya (penjual), bahwa akunnya telah didebet dengan jumlah tertentu.
e.       Cek
surat perintah kepada Bank untuk membayarkan sejumlah uang yang tertulis dalam lembaran cek, surat perintah ini ditandatangani oleh seseorang yang menjadi nasabah suatu bank dan mempunyai simpanan pada bank tersebut.
f.       Bilyet Giro
surat perintah dari nasabah suatu bank kepada bank yang bersangkutan untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima yang namanya disebut dalam bilyet giro.
g.      Bukti Setoran Bank
Dalam setiap setoran ke bank, kita harus mengisi slip setoran yang formatnya sudah disediakan oleh bank.

PERBEDAAN BILYET GIRO DENGAN CEK
Cek
- Cek dapat diuangkan langsung secara tunai.
- Pembayaran oleh bank dapat dilakukan atas unjuk (dapat diendorsmentkan)
- Dikenakan biaya materai
- Cek berfungsi sebagai surat perintah dari nasabah kepada bank untuk membayar dengan uang tunai kepada orang yang ditunjuk atau penbawa cek tersebut.
- Cek tidak dapat diuangkan pada bank yang bersangkutan sebelum di beri tanggal penerbitanya.
- Hanya tercantum tanggal penerbitan karena dikenal adanya cek mundur.
- Sumber hukum KUHD.
Bilyet Giro
- Bilyet Giro tidak dapat  diuangkan langsung secara tunai
- Pemindah bukuan yang dilakukan oleh bank hanya dapat dilakukan atas nama (Tidak dapat diendosir).
- Bebas biaya materai.
- Bilyet giro berfungsi sebagai surat perintah dari nasabah kepada bank untuk memindahkan dananya kepada orang yang di tunjuk dan mempunyai rekening yang jelas pada bank tertentu.
- Bilyet giro dapat diserahkan bank sebelum tanggal efektif, jika tanggal efektif tersebut lebih awal dari tanggal penerbitanya.
-  Tercantum tanggal penerbitan dan tanggal efektif.







Wednesday, 7 October 2015

TOU - ORGANISASI DAN MANAJEMEN

           I.            Organisasi secara Terminologi
Terminologi (bahasaLatin: terminus) atau peristilahan adalah ilmu tentang istilah dan penggunaannya. Istilah adalah kata dan gabungan kata yang digunakan dalam konteks tertentu. Kajian terminologi antara lain mencakup pembentukannya serta kaitan istilah dengan suatu budaya.
Beberapa definisi organisasi menurut para ahli:
a.     Sondang P. Siagian
Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian sesuatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan mana terdapatseorang atau beberapa orang yang disebut atasan dan seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan.
b.     Dwight Waldo
Organisasi adalah struktur antara hubungan pribadi berdasarkan wewenang formal (formal authority) dan kebiasaan dalam sistem administrasi.
c.      James D. Money
Organisasi adalah segi formal daripada administrasi sekaligus mesin daripada administrasi serta saluran melewati mana segala rencana serta policy dilaksanakan. Organisasi adalah frame work daripada setiap bentuk kerja sama manusia untuk mencapai tujuan bersama.
d.     Chester Barnard
Organisasi adalah sistem kegiatan kerja sama dari dua orang atau lebih.
Berdasarkan definisi organisasi dari beberapa ahli diatas, dapat diketahui bahwa di dalam sebuah organisasi terdapat beberapa unsur yaitu sekelompok atau beberapa orang dan sebuah tujuan yang hendak dicapai. Jadi  bisa disimpulkan bahwa pengertian organisasi adalah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan dan memiliki rangkaian hierarki yang bersifat dinamik.
1.     Terminologi organisasi secara umum
Merupakan suatu lembaga atau kelompok yang bersifat fungsionil dan proses penyusunan konsep kerjasama guna tercapainya efisiensi kerja.
Contoh : Rumah Sakit, Sekolah, Hotel, DPR, Partai, ORMAS dll.
2.     Terminologi organisasi secara khusus
Proses penyusunan anggota dalam suatu perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama dengan memanfaatkan sumber daya yang ada (Hardware/Software).
Contoh : PT. Jamsostek, PT. Angkasa Pura, KPU, Pansus dan lain-lain

   II.            Ciri-Ciri Organisasi
Organisasi dapat dibedakan dengan melihat ciri-ciri organisasi dimana ciri-ciri organisasi beraneka ragam antara lain sebagai berikut :
a)    Ciri-Ciri Organisasi Secara umum
·        Memiki tujuan dan sasaran 
·        Memiliki komponen yaitu atasan dan bawahan
·        Adanya kerja sama yang terstruktur 
·        Memiliki pendegelasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas. 
·        Memiliki keterikatakan format dan tatat tertip yang harus ditaati
b)    Ciri-Ciri Organisasi Menurut Para Ahli yaitu Berelson dan Steiner 
·        Formalitas, adalah ciri organisasi sosial yang merujuk pada perumusan tertulis daripada peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi dan seterusnya 
·        Hierarki, adalah ciri organisasi yang mengacu pada pola kekuasaan dan kewenangan yang berbentuk piramida, artinya terdapat orang-orang tertentu dengan kekuasaan dan kewenangan yang tinggi dari pada orang biasa dalam organisasi tersebut. 
·        Besar dan Kompleksnya, adalah ciri organisasi sosial yang memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal) yang biasanya disebut dengan "gejala birokrasi"
·        Lamanya (Duration), adalah ciri organisasi dimana eksistensi organisasi lebih lama dari pada keanggotaan pada organisasi tersebut. 
c)     Ciri-Ciri Organisasi Modern
·        Organisasi bertambah besar
·        Penggunaan staf lebih intensif 
·        Unsur-unsur organisasi lebih lengkap
·        Pengelolaan data semakin cepat 
·        Adanya prinsip-prinsip atau azas-asaz organisasi
·        Cenderung spesialisasi

III.            Organisasi dan Manajemen
1.     Pengertian Organisasi
Apakah arti organisasi? organisasi dapat diartikan sebagai kumpulan beberapa orang yang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi dalam bentuk apapun akan selalu ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Organisasi merupakan unsur yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat dengan beberapa alasan, seperti organisasi digunakan untuk mendapatkan sesuatu yang tidak mungkin dapat kita lakukan sendirian, dengan bekerja sama individu-individu dapat menyelesaikan tugas-tugas yang apabila dikerjkan seorang diri tidak akan tercapai, organisasi dapat menyediakan pengetahuan yang berkesinambungan serta dapat menjadi sumber karier yang penting.
Selayaknya sebuah organisasi seharusnya menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi anggota organisasi maupun masyarakat sehingga organisasi mampu mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Secara umum organisasi dibedakan atas dua bentuk, pertama organisasi dengan orientasi laba seperti perusahaan yang menyediakan produk barang atau jasa (baik perusahaan besar maupun kecil) kemudian organisasi nirlaba atau yang tidak berorientasi laba seperti yayasan, musium, rumah sakit milik pemerintah, sekolah, perkumpulan sosial dan lain-lain.
Apapun bentuk organisasi itu diperlukan usaha-usaha untuk mengelola kegiatan dan orang-orang maupun unsur lainnya yang ada didalam organisasi agar tercapai tujuan dengan lebih baik.
2.     Pengertian Manajemen
Semua bentuk organisasi dimana orang-orang bekerja bersama mencapai tujuan yang telah ditetapkan, membutuhkan manajemen. Manajemen diperlukan organisasi agar usaha pencapaian tujuan menjadi lebih mudah.
Secara spesifik ada tiga alasan utama dibutuhkannya manajemen dalam organisasi, yaitu:
a.     Mencapai tujuan, manajemen mempermudah pencapaian tujuan organisasi dan pribadi.
b.     Menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan, manajemen menyeimbangkan tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan yang saling bertentangan di antara pihak-pihak yang berkepentingan dalam organisasi (stakeholders) seperti pemilik, karyawan, konsumen, pemasok dan lain-lain.
c.      Mencapai efisiensi dan efektifitas, efisiensi dan efektifitas merupakan ukuran prestasi organisasi.

Menurut Peter Drucker efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar (doing thing right) dan efektifitas adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right thing).
Efisiensi merupakan kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan benar, berkaitan dengan biaya-biaya yang ditimbulkan dalam melakukan aktivitas. Mengukur biaya dari sumber daya yang diperlukan dalam rangka mencapai suatu tujuan. Sedangkan efektivitas merupakan kemampuan memilih alat yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, berkaitan dengan melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan dan merupakan ukuran tentang pencapaian suatu tugas atau tujuan. Sejauh mana tugas atau tujuan telah dicapai.
Yang dimaksud dengan Efisiensi adalah menyelesaikan pekerjaan dengan usaha, biaya, atau pemborosan yang minimum. Jadi efisiensi adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan benar. Sedangkan Efektivitas adalah penyelesaian tugas-tugas yang membantu pencapaian sasaran organisasi atau bisa juga dikatakan efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat/melakukan pekerjaan yang benar.

Sumber :